SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN

1. Definisi Sistem Penunjang Keputusan

 Sistem Pendukung Keputusan (SPK)/Decision Support Sistem (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision Sistem. Sistem tersebut ialah sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur. Adapun Definisi lain dari Sistem Pendukung Keputusan antara lain:
  • Sistem pendukung keputusan sebagai sebuah himpunan/kumpulan prosedur berbasis model untuk memproses data dan pertimbangan untuk membantu manajemen dalam pembuatan keputusannya. Little (1980)
  • Sistem pendukung keputusan adalah sistem berbasis komputer yang dibangun lewat sebuah proses adaptif dari pembelajaran, pola-pola penggunaan dan evolusi sistem. Keen (1980)
  • Sistem pendukung keputusan sebagai sekumpulan tools komputer yang terintegrasi yang mengijinkan seorang decision maker untuk berinteraksi langsung dengan komputer untuk menciptakan informasi yang berguna dalam membuat keputusan semi terstruktur dan keputusan tak terstruktur yang tidak terantisipasi. Hick (1993)



2. Enterprise Resource Planning (ERP)

ERP adalah sebuah sistem informasi perusahaan yang dirancang untuk mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan untuk proses bisnis lengkap. Sistem ERP didasarkan pada database pada umumnya dan rancangan perangkat lunak modular. ERP merupakan software yang mengintegrasikan semua departemen dan fungsi suatu perusahaan ke dalam satu sistem komputer yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan, baik dari departemen penjualan, HRD, produksi atau keuangan.



3. Contoh Real ERP di Perusahaan
Penerapan ERP di PT.Bentoel Prima (Bentoel: Dengan Be-one Integrasikan Sistem dari Ujung ke Ujung). 

Sejak tahun 2003, PT.Bentoel Prima memiliki direktorat IT yang berperan sebagai pendukung bisnis yang integrated agent dalam hal TI dan Business Prosess, direktorat ini dinamakan Information System and Business Process (ISBP) yang mengembangkan Enterprise System yang diberi nama B1 (Be-One). Be-One dikembangkan dengan mengacu pada standart Telecommunication Industry Association 942, IT Service Management berdasarkan framework IT Infrastructure Library, dan Information Security Management System yang sudah mendapat standart ISO / IEC 27001.

  
Sistem Be-one adalah sistem yang terintegrasi dari hulu sampai ke hilir, dari transaksi hingga pelaporan untuk manajemen. Sebagai contohnya, data penjualan yang dilakukan tenaga penjualan dimasukan ke dalam PDA di lapangan saat melakukan transaksi penjualan. Pada akhir hari, seluruh transaksi di upload secara otomatis ke sistem di Area Sales dan Marketing Office (ASMO), selanjutnya akan terkirim secara otomatis juga ke sistem yang ada di kantor pusat, dan semua data tersebut yang terkena dampak dari transaksi penjualan pun akan ter-update.
  
Dampak bisnis dari penerapan ERP di PT.Bentoel Prima tersebut terasa dengan meningkatnya produktivitas bisnis seperti meningkatnya kecepatan proses data dan kecepatan proses bisnis itu sendiri. Semisal, data menjualan dari kira-kira 1000 tenaga penjualan di seluruh Indonesia dapat dikumpulkan dan dilaporkan pada hari yang sama, dengan begitu manajemen Bentoel dapat segera mengetahui situasi pasar dan hasi dari aksi-aksi yang dilakukan, dan untuk selanjutnya bisa melakukan langkah penyesuaian yang dibutuhkan. Selain itu tidak ada lagi inkonsistensi atau dispute di antara unit-unit dalam perusahaan. Dengan demikian pengambilan keputusan bisa menjadi tajam dan cepat.

Dengan penerapan ERP di PT.Bentoel Prima tersebut. Revenue Bentoel mengalami kenaikan yang signifikan. Terhitung revenue di tahun 2005 hanya Rp.2 triliun, lalu setelah menerapkan ERP mampu meningkat hingga Rp.6,9 triliun pada tahun 2008.
Dari sisi Volume produksi juga mengalami peningkatan, yang sebelumnya hanya 6,6 miliar batang di tahun 2005 menjadi 17,5 miliar batang di tahun 2008. Market share nya pun meningkat dua kali lipat.
 
Keuntungan dari penerpan ERP di PT.Bentoel Prima antara lain :
  • Instant Feedback, Business Intellegence, serta Operational Excellence terciptanya data penjualan yang bisa diterima pada hari yang sama mulai dari Sales Supervisor hingga direksi bisa diketahui.
  • Efektifitas Sales Performance dapat diketahui.
  • Bisa mengetahui dengan cepat masalah / kesulitan peneterasi di suatu daerah, maka dapat dengan segera diambil tindakan.
  • Sisi operational Excellence Effectiveness bisa terpangkas karena menggunakan aplikasi lewat PDA
  • Produktifitas meningkat hingga 15%
  • Penjualan pun meningkat
  • Financial Intern juga dapat terkontrol
  • Dapat mengetahui produk, profil dan value seperti apa yang laku di pasar.
  • Waktu produksi jauh lebih singkat
Rencana yang akan datang setelah penerapan ERP, Pt.Bentoel Prima akan meningkatkan lagi sistem administrasi manajemen penjualan dan mobile management, yang tadinya 1200 PDA di seluruh Indonesia maka jumlah nya akan ditambah menjadi 1600.



4. Elemen-Elemen Sistem Penunjang Keputusan 
1. Subsistem Manajemen Data
Subsistem Manajemen Data memasukkan satu database yang berisi data yang relevan untuk situasi dan kondisi. Dikelola oleh perangkat lunak yang disebut Sistem Manajemen Database (DBMS/Data Management System). Subsistem manajemen data terdiri dari elemen-elemen berikut ini:
  • Sistem Pendukung Keputusan Database 
Database adalah kumpulan data yang saling terkait dan diorganisasi untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, dan dapat digunakan oleh lebih dari satu orang dengan lebih dari satu aplikasi.

Data Internal
Data yang sumbernya berasal terutama dari sistem pemrosesan transaksi dari dalam organisasi. Contoh umum seperti upah/gaji bulanan, jadwal pemeliharaan mesin, alokasi anggaran, perkiraan terhadap penjualan yang akan datang, biaya produksi, rencana rekruitmen pegawai baru masa mendatang, dan lain-lain.

Data Eksternal
Data yang sumbernya dari luar sistem organisasi, seperti data industri, data riset pemasaran, data sensus, data tenaga kerja regional, regulasi pemerintah, jadwal tarif pajak, data ekonomi dalam negeri, dan lain-lain. Data tersebut dapat berasal dari lembaga pemerintah, asosiasi perdagangan, perusahaan riset pasar, dan lain-lain.

Data Privat
Meliputi petunjuk-petunjuk yang digunakan oleh pengambil keputusan khusus dan penilaian terhadap data dan atau situasi spesifik.

Ekstraksi
Data ekstraksi merupakan hasil kombinasi data dari berbagai sumber termasuk sumber internal dan eksternal.
  • Sistem Manajemen Database
Database dibuat, diakses, dan diperbaharui oleh sebuah DBMS. Kebanyakan sistem pendukung keputusan dibuat dengan sebuah DBMS relasional yang menyediakan berbagai kapabilias.
  •  Direktori Data
Direktori data merupakan katalog dari semua data yang berada di dalam database. Direktori ini digunakan untuk mendukung fase intelegensi dari proses pengambilan keputusan karena membantu memindai data dan menidentifikasi area masalah atau peluang-peluang.
  • Query Facility
Membangun dan menggunakan sistem pendukung keputusan sering memerlukan akses, manipulasi dan query data.
Elemen-elemen tersebut ditunjukkan secara skematis pada gambar di bawah ini
    

2. Subsistem Manajemen Model
Subsistem dari manajemen model dari Sistem Pendukung Keputusan terdiri dari elemen-elemen berikut ini:
  •  Basis Model
Basis model berisi rutin dan statistik khusus, keuangan, forecasting, ilmu manajemen, dan model kuantitatif lainnya yang memberikan kapabilitas analisis pada sebuah sistem pendukung keputusan. Model dalam basis model dapat dibagi menjadi empat katagori utama, dan satu katagori pendukung, yaitu:
  1. Strategis : Model strategis digunakan untuk mendukung manajemen puncak untuk menjalankan tanggung jawab dalam perencanaan strategis.
  2. Taktis : Model Taktis digunakan terutama oleh manajemen tingkat menengah, untuk membantu mengalokasikan dan mengontrol sumber daya organisasi.
  3. Operasional : Model ini digunakan untuk mendukung aktivitas kerja harian transaksi organisasi.
  4. Analitik : Model ini digunakan untuk menganalisis data, model ini meliputi model statik, ilmu manajemen, algoritma data mining, model keuangan, dan lainnya.
  5. Blok Pembangunan Model dan Rutin : Selain berisi model strategis, taktis, dan operasional, basis model juga berisi blok pembangunan model dan rutin. Contoh-contohnya meliputi satu rutin generator dengan jumlah acak, kurva, atau line-fitting rutin, rutin komputasi present-value, dan analisis regresi. 
  • Sistem Manajemen Basis Model
Fungsi perangkat lunak sistem manajemen basis model (MBMS) adalah untuk membuat model dengan menggunakan bahasa pemrograman, alat sistem pendukung keputusan atau subrutin, dan blok pembangunan lainnya, membangkitkan rutin baru dan laporan, pembaruan dan perubahan model, dan manipulasi data model. Sistem Manajemen Basis Model/Model Base Management System (MBMS) berisi beberapa elemen antara lain, yaitu :
  1. Eksekusi Model : Eksekusi Model adalah proses mengontrol jalannya model.
  2. Integrasi Model : Model ini mencakup gabungan operasi dari beberapa model saat diperlukan (misalnya mengarahkan output suatu model, katakanlah perkiraan, untuk diproses model lain, misal model perencanaan pemrograman linier).
  3. Perintah (Comman Processor Model) : Model ini digunakan untuk menerima dan menginterpretasikan instruksi-instruksi pemodelan dari komponen antarmuka pengguna dan merutekannya ke MBMS, eksekusi model atau fungsi-fungsi integrasi elemen-elemen tersebut beserta antarmukanya dengan komponen sistem pendukung keputusan.
Definisi dan fungsi setiap elemennya ditunjukkan pada gambar di bawah ini:
3. Subsistem Antarmuka Pengguna (Dialog)
Istilah antarmuka pengguna mencakup semua aspek komunikasi antara pengguna dan sistem. Cakupannya tidak hanya perangkat keras dan perangkat lunak, tapi juga faktor-faktor yang berkaitan dengan kemudahan pengunaan, kemampuan untuk dapat diakses, dan interaksi manusia-mesin. Beberapa ahli merasa bahwa antarmuka pengguna merupakan komponen yang paling penting karena merupaka sumber dari berbagai power, fleksibilitas, dan karakteristik easy-to-use (Sprague dan Watson, 1996). Ahli lainnya menyatakan bahwa antarmuka pengguna merupakan sistem dari sisi pengguna karena antarmuka adalah satu-satunya bagian dari sistem yang dilihat oleh pengguna (Whitten, Bentley, dan Dittman, 2001)

Manajemen Subsistem Antarmuka Pengguna
Subsistem antarmuka pengguna dikelola oleh perangkat lunak yang disebut sebagai sistem manajemen antarmuka pengguna/User Interface Management System (UIMS). Proses antarmuka pengguna untuk sebuah Management Support System ditunjukkan secara skematis pada gambar dibawah ini
4. Subsistem Manajemen Berbasis Pengetahuan (Knowledge Base)

Subsistem ini mendukung semua subsistem lain atau bertindak sebagai suatu komponen independen yang memberikan intelegensi untuk memperbesar pengetahuan si pengambil keputusan. Subsistem ini dapat diinterkoneksikan dengan repositori pengetahuan perusahaan organisasional.
Banyak masalah tak terstruktur dan bahkan semi terstruktur yang sangat kompleks sehingga solusinya memerlukan keahlian. 
Skematik sistem pendukung keputusan dan komponen yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini memberikan pemahaman dasar mengenai struktur umum suatu sistem pendukung keputusan.



5. Contoh Dari Sistem Penunjang Keputusan
 
Aplikasi Sistem Penunjang Keputusan Dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP)
Sejarah AHP
AHP dikembangkan oleh thomas saaty pada tahun 1970an. AHP merupakan sistem pembuat keputusan dengan menggunakan model matematis. AHP membantu dalam menentukan prioritas dari beberapa kriteria dengan melakukan analisa perbandingan berpasangan dari masing-masing kriteria. Dalam sistem pengelolaan kinerja yang dimaksud dengan kriteria tersebut adalah KPI.

Penggunaan metode AHP dalam Sistem Pengelolaan Kinerja
Kaidah pembobotan menyatakan bahwa:
  1. Nilai bobot KPI berkisar antara 0 – 1 atau antara 0% – 100% jika kita menggunakan presentase. 
  2. Jumlah total bobot semua KPI harus bernilai 1 (100%) 
  3. Tidak ada bobot yang bernilai negatif (-).

Berikut ini adalah langkah-langkah yang digunakan dalam menentukan bobot KPI dengan menggunakan AHP:
Menentukan nilai prioritas KPI. Biasanya orang lebih mudah mengatakan bahwa KPI A lebih penting daripada KPI B, KPI B kurang penting dibanding dengan KPI C dsb, namun mengalami kesulitan menyebutkan seberapa penting KPI A dibandingkan KPI B atau seberapa kurang pentingnya KPI B dibandingkan dengan KPI C. Untuk itu kita perlu membuat tabel konversi dari pernyatan prioritas ke dalam angka-angka. Contoh tabel skala nilai prioritas KPI seperti pada tabel dibawah:

Nilai
Tingkat prioritas
1
KPI A sama penting dibanding dengan KPI B
3
KPI A sedikit lebih penting dibanding dengan KPI B
5
KPI A lebih penting dibanding dengan KPI B
7
KPI A sangat penting dibanding dengan KPI B
9
KPI A jauh sangat penting dibanding dengan KPI B
2,4,6,8
*) nilai tengah-tengah
*) Pengertian nilai tengah-tengah adalah Jika KPI A sedikit lebih penting dari KPI B maka kita seharusnya memberikan nilai 3, namun jika nilai 3 tersebut dianggap masih terlalu besar dan nilai 1 masih terlalu kecil maka nilai 2 yang harus kita berikan untuk prioritas antara KPI A dengan KPI B.
*) Tabel diatas tidak disebutkan konversi nilai KPI A kurang penting dari KPI B karena pernyataan KPI A kurang penting dari KPI B sama dengan pernyataan nilai KPI B lebih penting dari KPI A

Selanjutnya adalah membuat table perbandingan prioritas setiap KPI dengan membandingkan masing-masing KPI. Sebagai contoh: Jika kita mempunyai 4 KPI, maka kita membuat matrik perbandingan ke-4 KPI tersebut. Misalkan dari proses menbandingkan antar KPI diperoleh nilai prioritas KPI sebagai berikut
 


KPI A
KPI B
KPI C
KPI D
KPI A
1
1/2
1/5
1/3
KPI B
2
1
1/3
1
KPI C
5
3
1
1/2
KPI D
3
1
2
1
Cara mengisinya adalah dengan menganalisa prioritas antara KPI baris dibandingkan dengan KPI kolom. Dalam prakteknya kita hanya perlu menganalisa prioritas KPI yang terdapat dibawah pada garis diagonal (kotak dengan warna dasar putih) yang ditunjukan dengan warna kuning atau diatas garis diagonal yang ditunjukan dengan kotak warna hijau. Hal ini sesuai dengan persamaan matematika yang menyebutkan jika A:B= X, maka B : A = 1/X. Contoh: jika prioritas KPI B (baris) : KPI A (kolom) = 2, maka prioritas KPI A (baris) : KPI B (kolom) = 1/2 (lihat rumus persamaan perbandingan matematika diatas). Sehingga prioritas setiap KPI antara KPI A : KPI A = 1, KPI C : KPI A = 5, KPI C : KPI B = 3, KPI D : KPI A = 3, KPI D : KPI B = 1, KPI D : KPI C = 2.
Selanjutnya adalah menentukan bobot pada tiap KPI, nilai bobot ini berkisar antara 0 – 1. dan total bobot untuk setiap kolom adalah 1. Cara menghitung bobot adalah angka pada setiap kotak dibagi dengan penjumlahan semua angka dalam kolom yang sama. Contoh bobot dari (KPI A, KPI A) = 1/ (1+2+5+3) = 0.090, (KPI B, KPI A) = 2 / (1+2+5+3) = 0.181. Dengan perhitungan yang saman bobot prioritas tabel KPI di atas menjadi:
 


KPI A
KPI B
KPI C
KPI D
KPI A
0.091
0.091
0.057
0.118
KPI B
0.182
0.182
0.094
0.353
KPI C
0.455
0.545
0.283
0.176
KPI D
0.273
0.182
0.566
0.353
Selanjutnya adalah mencari nilai bobot untuk masing-masing KPI. Caranya adalah dengan melakukan penjumlahan setiap nilai bobot prioritas pada setiap baris tabel dibagi dengan jumlah KPI. Sehingga diperoleh bobot masing-masing KPI adalah: 
  • KPI A = (0.091 + 0.092 + 0.057 + 0.118) / 4 = 0.089 (8.9%) 
  • KPI B = (0.182 + 0.182 + 0.094 +0.353) / 4 = 0.203 (20.3%), dengan perhitungan yang sama KPI C, KPI D 
  • KPI C = 0.365 (36.5%) 
  • KPI D = 0.343 (34.3%)
Sehingga jumlah total bobot semua KPI = 1 (100%) sesuai dengan kaidah pembobotan dimana jumlah total bobot harus bernilai 100.
Perhitungan secara manual akan lebih mudah jika jumlah KPI yang dimiliki hanya sedikit , jika jumlah KPI sudah lebih dari 10 maka perhitungan bobot menggunakan software akan jauh lebih mudah. Ada beberapa software yang bisa dipakai antara lain Expert Choice, Decision Lens, TESS, Web-HIPPRE.







Materi Referensi :
http://ciosociety.com/2010/01/19/bentoel-dengan-be-one-integrasikan-sistem-dari-ujung-ke-ujung/
http://www.komputer-teknologi.net/syarwani/downloads/PrERPdasar.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Perencanaan_sumber_daya_perusahaan
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pendukung_keputusan
http://prihanantojoko.blogspot.com/2011/08/contoh-aplikasi-sistem-penunjang.html
Irfan Subekti, Teknik Informatika, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya
http://blog.student.uny.ac.id/rheza/2011/04/28/sistem-pendukung-keputusan-spk/
http://sindarku.wordpress.com/category/corat-coret-kuliah/decision-support-system-spk/

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Aplikasi Sistem Informasi Manajemen :

1. Transaction Processing Systems
Transaction processing systems (TPS) akan mencatat dan memproses data hasil dari tranksaksi bisnis,contohnya seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan, menghasilkan informasi produk untuk penggunaan internal maupun eksternal.
  contoh : gaji karyawan, kuitansi penjualan, formulir pajak dan rekening keuangan.

2. Process Control Systems
Process control systems (PCS) yang berfungsi untuk mengatur proses produksi fisik yang secara otomatis dibuat oleh komputer.

3. Office Automation Systems
Office automation systems (OAS) berfungsi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mengirim data dan informasi dalam bentuk komunikasi kantor elektronik.
 Contoh dari office automation (OA) adalah word processing

4. Information Reporting Systems
Information reporting systems (IRS) menyediakan informasi produk bagi manajerial end users untuk membantu mereka dalam pengambilan keputusan dari hari ke hari.

5.  Decision Support Systems
DSS adalah sistem informasi berbasis komputer yang menggunakan model keputusan dan database khusus untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi manajerial end users.
  contoh, program kertas kerja elektronik memudahkan manajerial end user menerima respon secara interaktif untuk peramalan penjualan atau keuntungan.

6. Executive Information Systems
Executive information systems (EIS) adalah tipe SIM yang sesuai untuk kebutuhan informasi strategis bagi manajemen atas. Tujuan dari sistem informasi eksekutif berbasis komputer adalah menyediakan akses yang mudah dan cepat untuk informasi selektif tentang faktor-faktor kunci dalam menjalankan tujuan strategis perusahaan bagi manajemen atas.



1.       Contoh Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Real di Instansi / Perusahaan yaitu :

Sistem Informasi Manajemen PT. LG Electronic Indonesia
dalam Mengendalikan Inventori.

PT LG Electronics Indonesia memiliki sebuah portal yang dapat diakses oleh para karyawan PT LG
indonesia tersebut yang berada di seluruh indonesia, yang dinamanakan LG Electronics Enterprise Portal
atau biasa disebut LGEP. seluruh karyawan memiliki akses untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan di
portal ini. akses tersebut berupa email resmi dari PT.LG yang dapat dipakai untuk log in ke dalam portal
untuk mendapatkan atau memberikan informasi terbaru mengenai data perusahaan.

Sistem yang digunakan oleh PT.LG Electronics Indonesia ini ialah Global Digital Logistic System (GDLS)
yang digunakan untuk mengendalikan invertori milik perusahaan.
 
Fungsi dari sistem GLDC :
- Mengetahui pengiriman barang dari pusat ke cabang atau sebaliknya
- membuat jadwal - jadwal pengiriman barang meliputi tujuan, rute perjalanan, dan no.Truk yang digunakan
- Mendapat informasi mengenai persediaan barang yang tersedia.
- Mengetahui adanya pengembalian barang yang dikarenakan tidak laku atau barang rusak.
- Mengetahui nilai barang yang telah dikirim / diterima termasuk biaya tambahan lainnya.

beberapa fungsi dan tujuan dari Subsistem GLDC :
- Delivery
Digunakan Untuk membuat jadwal pengiriman barang, konfirmasi pengiriman, mengalokasikan truk yang
digunakan, mengetahui status pengiriman dan mengetahui pengiriman barang yang tertunda atau terlambat.

- Cost
Digunakan untuk me-manage berbagai faktor pengiriman yang terdiri dari biaya-biaya lain, kondisi
barang, tujuan pengiriman, tarif dan untuk mengetahui apabila terjadi kesalahan dalam pengiriman.

- Stock
Digunakan untuk mengetahui status penerimaan barang dan perhitungan fisik persediaan barang di gudang.

- Return
Digunakan untuk mengetahui tentang adanya pengembalian barang yang tidak laku dan barang rusak.



2.       Sebutkan Mengapa dibuat Aplikasi Sistem Informasi Manajemen di Instansi itu.

Karena dengan adanya system GDLS ini, seluruh pegawai PT. LG Electronics Indonesia dapat mengetahui
bagaimana kondisi inventori perusahaan yang berada di gudang pusat maupun cabang. Begitu pula, apabila
terjadi masalah atau kesalahan yang berhubungan dengan inventori sehingga dapat segera diatasi langsung
oleh pegawai yang berwenang. Hal ini akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas biaya dan kinerja
perusahaan.



3.       Sebutkan Elemen - elemen Penunjang SIM

Ada beberapa komponen-komponen dalam pendukung SIM, yaitu :

1) Sistem Database
  Database memuat seluruh data perusahaan yang peranannya sangat penting, bagi kelancaran organisasi , sehingga dibutuhkan suatu manajemen pengolahan yang baik.

2) Decission Support System
Didefinisikan sebagi penerapan system informasi yang membantu aktivitas pengambilan keputusan. DSS di gunakan dalam perencanaan untuk menganalisis alternative serta pemecahan melalui salah satu sistem yang ada.

3) Information Resource Management ( IRM )
Merupakan cara pendekatan terhadap manajemen yang didasarkan atas konsep pemikiran bahwa informasi merupakan sebuah konsep organisatoris. Ruang lingkup IRM mencakup komunikasi data dan pemrosesan kata.

4) User Machine System
Diartikan bahwa perancang sebuah sistem informasi manajemen harus memahami kemampuan manusia sebagai pengolah informasi dan perilaku manusia dalam pengambilan keputusan.

5) Synergystic Organization
Merupakan sifat pengaturan kerjasama sehingga hasil produksi total dari seluruh anggota organisasi ( totalitas ) lebih besar daripada jumlah hasil anggota organisasi itu.


• Komponen Sistem Informasi Manajemen Secara Fungsional

Komponen sistem informasi adalah seluruh komponen yang berhubungan dengan teknik pengumpulan data, pengolahan, pengiriman, penyimpanan, dan penyajian informasi yang dibutuhkan untuk manajemen, meliputi:
a. Sistem Administrasi dan Operasional
b. Sistem Pelaporan Manajemen
c. Sistem Database
d. Sistem Pencarian
e. Manajemen Data

• Komponen Sistem Informasi Manajemen Secara Fisik

Komponen Sistem Informasi Manajemen secara fisik adalah keseluruhan perangkat dan peralatan fisik yang digunakan untuk menjalankan sistem informasi manajemen. Komponen-komponen tersebut meliputi:

a. Perangkat keras:
•        Komputer (CPU, Memory)
•        Pesawat Telepon
•        Peralatan penyimpan data (Decoder)

b. Perangkat lunak
•        Perangkat lunak yang umum untuk pengoperasian dan manajemen data
•        Program aplikasi

c. DataBase
•        File-file tempat penyimpanan data dan informasi
•        Media penyimpanan seperti pita komputer, paket piringan.

d. Prosedur pengoperasian
•        Instruksi untuk pemakai
•        Instruksi penyiapan data sebagai input
•        Instruksi operasional

e. Personalia pengoperasian
•        Operator
•        Programmer
•        Analisa sistem
•        Personalia penyiapan data
•        Koordinator operasional SIM dan pengembangannya. 
 


4.       Definisi SIM

Sistem berasal dari kata yunani (sustema) dan bahasa latin (systema) yang mempunyai arti suatu susunan
yang teratur dari kegiatan - kegiatan yang saling berkaitan dan susunan prosedur - prosedur yang saling
berhubungan, yang melaksanakan dan mempemudah kegiatan-kegiatan utama organisasi atau institusi.

Informasi adalah data yang telah diproses atau diolah sehingga memiliki arti atau manfaat yang berguna.
 Data adalah fakta - fakta, statistik - statistik, atau angka - angka yang dapat menimbulkan informasi.

Manajemen :
•       Sebagai Subyek : Manajemen adalah orang atau orang-orang yang melaksanakan kegiatan tersebut.
•        Sebagai Proses : Manajemen adalah kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan secara bersama-sama atau melibatkan orang lain demi mencapai tujuan yang sama.

Sitem Informasi Manajemen (SIM)  adalah jaringan prosedur pengolahan data yang dikembangkan dalam suatu sistem (terintegrasi) dengan maksud memberikan informasi (yang bersifat intern dan ekstern) kepada manajemen, sebagai dasar pengambil keputusan.



Materi Referensi :
http://blograkata.blogspot.com
http://banuajicipta.blogspot.com/2010/09/komponen-pendukung-pada-sistem.html
http://wisnudewobroto.com/sistem-informasi-manajemen-pt-lg-electronic-indonesia-dalam-mengendalikan-inventori/

Membatalkan Email Yang Terlanjur Terkirim (Gmail Only)

Kadang-kadang kita langsung menekan tombol Send untuk mengirim email, padahal secara tidak sengaja ada kesalahan seperti salah alamat, salah mengetik atau lupa mencantumkan Attachment. Inilah kelebihan Gmail yang memiliki fasilitas untuk membatalkan email yang terlanjur terkirim tidak lama setelah kita meng-klik tombol Send.

Berikut ini caranya...

1. Sign-In ke dalam akun Gmail anda. Klik icon Gear pada pojok kanan atas, lalu klik Mail Setting.

2. Pada halaman setting klik tab Labs.

3. Scroll ke bawah hingga menemukan bagian Undo Send. Pilih opsi Enable. Scroll ke bawah lalu klik tombol Save Changes.

4. Secara default anda memiliki kesempatan waktu selama 10 detik untuk membatalkan pengiriman email. Jika waktu tersebut di rasa terlalu cepat anda dapat memperpanjangnya. Kembali ke Mail Setting. Klik tab General kemudian cari bagian Undo Send. Pilih waktu yang diinginkan pada drop down list yang tersedia.

5. Sekarang coba anda mengirim email. Sebagai percobaan kirim test email ke alamat email anda yang lain. Setelah anda mengklik tombol Send, pada bagian atas terdapat perintah Undo, klik perintah tersebut untuk membatalkan pengiriman. Maka akan muncul penjelasan 'Sending has been undone' dan anda dapat meralat email jika terjadi kesalahan.

6. Cek alamat email anda yang lainnya tadi, jika tidak ada email yang masuk maka cara diatas telah berhasil.

SUMBER

Menyembunyikan FILE Rahasia Kedalam GAMBAR


Apakah anda pernah mempunyai file rahasia yang ingin anda kirimkan kepada orang lain? Ada begitu banyak program proteksi file yang bisa anda dapatkan di Internet. Namun ada begitu banyak cara untuk menembus proteksi program-program tersebut.
Saya akan membagikan sedikit tips bagi anda untuk menyembunyikan file rahasia milik anda ke dalam sebuah file gambar. Sebelumnya pastikan bahwa pada komputer anda telah terinstall WinRar

1. Settinglah windows anda agar menampilkan ekstensi file. Bukalah Control Panel lalu klik 2X pada Folder Options. Masuklah ke tab View lalu hilangkan tanda centang pada opsi “Hide extensions for known file types”

2. Persiapkan File rahasia anda (ekstensi file terserah), misalnya memiliki nama video_rahasia.avi dan sebuah file gambar (*.bmp, *.jpg, *gif) misalnya dengan nama pemandangan.jpg. Simpanlah kedua file tersebut dalam sebuah directory yang sama.
3. Klik kanan pada file video_rahasia.avi lalu pilih menu [Add to “video_rahasia.rar”]. Akan tercipta file baru dengan nama video_rahasia.rar

4. Sekarang bukalah aplikasi NOTEPAD (start -> Run ketik NOTEPAD) lalu ketik script berikut:
@echo off
ren video_rahasia.rar video_rahasia.avi.rar
copy /b pemandangan.jpg+video_rahasia. avi.rar hasil.jpg
del video_rahasia.avi
del pemandangan.jpg
del video_rahasia.avi.rar
del hide.bat
Ingat!! Sesuaikan nama-nama file pada script diatas dengan nama file anda (kecuali hide.bat). Perhatikan juga pada baris berikut:

ren video_rahasia.rar video_rahasia.avi.rar
Format penulisan: Ren namafileanda.rar namafileanda.ekstensisebelumnya.rar
Jadi, jika misalnya file anda sebelumnya adalah rahasia.exe dan setelah di rar menjadi rahasia.rar, maka penulisannya adalah:

ren rahsia.rar rahasia.exe.rar

Perhatikan juga pada nama file hasil.jpg. Ubahlah hasil.jpg menjadi hasil.ekstensi_file_gambar_and a. Jadi, misalnya file gambar yang anda pergunakan untuk menyembunyikan file rahasia nantinya adalah pemandangan.gif, maka ubahlah hasil.jpg menjadi hasil.gif

Well, Simpanlah file ini pada lokasi yang sama dengan file-file anda tadi. Klik [File] [Save] lalu pada form isian File name ketik hide.bat Sedangkan pada Save as type pilih ‘All files’. Klik [Save] sesudahnya.

5. Tutup semua jendela program yang tebuka. Sekarang bukalah folder tempat anda menyimpan semua file-file tadi. Dobel klik pada file hide.bat. Tunggu hingga sekelebat bayangan windows command processor tampil. Jika berhasil, semua file pada folder tersebut akan hilang digantikan dengan sebuah file baru bernama hasil.jpg
Cobalah anda buka file hasil.jpg. Sekilas tidak akan ada bedanya dengan file pemandangan.jpg milik anda kecuali ukuran filenya yang bertambah besar. Anda tetap bisa membuka file tersebut dengan Picture Editor atau Image Viewer kesayangan anda. Tidak ada tanda-tanda bahwa sebenarnya ada rahasia besar didalamnya hehehe..
Lho, lalu dimana file rahasia saya?? Tenang, jangan panik!! Klik kanan pada file hasil.jpg lalu pilihlah [Open With] –>[Choose Program..]. Pilihlah WinRar lalu klik [OK].

Nah, file rahasia anda akan tampil di hadapan anda. Anda bisa meng extract file tersebut sebagaimana anda meng extract file rar pada umumnya.

Disinilah sebenarnya inti dari persembunyian kita. Coba anda pikirkan, dalam kondisi wajar, adakah orang yang membuka file gambar dengan aplikasi file compressor?? Pernahkah terlintas dalam pikiran anda akan membuka gambar-gambar pemandangan dengan menggunakan WinRar?? Tentu tidak bukan?? Tentunya orang pada lazimnya akan membuka file gambar dengan aplikasi olah gambar atau image viewer. Nah, dengan memanfaatkan psikologi ini maka setidaknya file anda akan tersembunyi dengan aman Kini anda bisa mengirimkan file rahasia tersebut kepada orang yang anda maksud dengan tenang. Tentunya jangan lupa untuk memberitahu rekan anda tersebut mengenai cara membukanya :P.

SUMBER

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management